Diduga Karya Nyata AMD di Kramat Dijual

Rabu, 11 April 2018 / 00.58
Ilustrasi AMD

TALIABU, SP- Kerja nyata dari program ABRI Masuk Desa (AMD) di desa kramat , kecamatan Taliabu barat, Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) . Berupa penimbunan lahan dan pembangunan pasar rakyat yang dilaksanakan bersama masyarakat setempat diduga telah dijual kepada salah satu pedagang.

Lokasi serta bangunan yang dibangun secara gotong royong itu, saat ini telah beralih hak milik ke salah satu pedagang di desa kramat .Sehingga masyarakat merasa resah dengan tindakan yang dilakukan oleh mantan kades tersebut.Akibatnya, sejumlah warga mendesak pemerintah desa kramat untuk mengambil langkah guna mengembalikan fasilitas masyarakat itu.

Kepala Desa Kramat , Ardin Ramli menanggapi informasi itu. Dirinya mengaku, tidak mengetahui legalitas dari lokasi dan bangunan yang dipersoalkan oleh sejumlah masyarakat.Konon,mereka mengetahui asal usul lokasi serta bangunan itu.

”Lahan tersebut saya juga tidak tahu bahwa lahan itu milik siapa, apakah milik pribadi atau milik desa,” tangkisnya ketika dikonfirmasi Samata Post, selasa (10/04/2018) pagi tadi di kantor Bupati Pultab.

Sebelumnya, lanjut Ardin, pemerintah desa pernah melakukan penelusuran ke penghuni fasilitas yang diklaim milik oknum warga tersebut berdasarkan laporan masyarakat. Alhasil , ditemukan adanya bukti berupa surat pelepasan serta surat jual beli dari pemilik lahan yakni saudara La Dayan yang juga merupakan mantan kepala desa kramat.

”Setelah saya telusuri ternyata yang mereka (penghuni saat ini, red) pegang adalah surat pelepasan dan penjualan dari pemilik serta oknumnya pernah menjadi kepala desa,” tuturnya.

Ardin mengaku, usai melakukan penelusuran ,pihaknya kembali melakukan pengecekan arsip di kantor desa.Namun, tidak menemukan bukti yang kuat untuk membenarkan tudingan masyarakat ,seperti sertifikat maupun data iventaris desa.

”Saya juga pernah melakukan pengecekan administrasi di desa dan saya tidak temukan arsip desa bahwa lahan tersebut benar-benar milik desa,sebab kalau itu milik desa harus bisa buktikan dengan sertifikat hak milik,” akunya. ( her/red)
Komentar Anda

Terkini