Lion Air Beri Kompensasi ke Penumpang Mendarat Darurat di Palembang

Minggu, 01 April 2018 / 23.15
int

JAKARTA, SP  - Lion Air Group memberikan kompensasi kepada penumpang pesawat JT 600 yang mendarat darurat di Palembang. Penumpang pesawat yang berjumlah 206 orang diberikan makan dan minum serta Rp 300 ribu.

"Lion Air memberikan kompensasi kepada seluruh penumpang yaitu minuman dan makanan (heavy meals) serta nominal Rp 300.000," ujar Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Minggu (1/4/2018).

Danang juga mengatakan, pihaknya menerbangkan kembali penumpang dengan jadwal keberangkatan terbaru bernomor JT 600D dari Palembang menuju Jambi. Penumpang akan menaiki pesawat Boeing 737-900ER beregistrasi PK-LGT dengan penerbang Capt. Moch Zaini.

"Penumpang sudah tiba di Jambi, namun ada beberapa penumpang yang melakukan refund dan sudah dilayani sesuai prosedur yang berlaku. Sesuai kebijakan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 tahun 2015 seluruh penumpang yang terganggu penerbangannya mendapatkan penggantian paling tidak sesuai kebijakan serta pelayanan terbaik," ucap Danang.
Pesawat Lion Air JT 0600 rute Jakarta-Jambi mendarat darurat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Menurut Danang, saat ini dilakukan pengecekan penyebab tekanan udara di dalam kabin berkurang tiba-tiba.

"Namun perlu disampaikan bahwa penerbangan tersebut tidak ada letupan ataupun asap pada kabin pesawat. Lion Air bekerjasama dengan teknisi dan pihak terkait untuk melakukan pengecekan dan menjalankan perawatan pesawat tidak terjadwal," jelas Danang.

Akibat peristiwa itu, penerbangan mengalami delay atau keterlambatan. Pesawat yang mengalami keterlambatan rute Jambi - Jakarta dan Palembang - Jakarta. Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar penerbangan pada rute lainnya tidak terganggu.

"Lion Air mohon maaf kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak atas hal tersebut. Lion Air berkomitmen dalam memenuhi serta menjalankan seluruh aturan yang telah ditetapkan, demi menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan," tutur dia.

Sebelumnya, Lion Air menyatakan, penyebab pendaratan darurat adalah karena masalah teknis yaitu tekanan udara di dalam kabin mengalami penurunan (cabin pressurized). Demi alasan keselamatan, keamanan serta kenyamanan kru dan penumpang, pilot memutuskan untuk tidak melanjutkan penerbangan menuju Jambi.

Pesawat dengan pilot Capt. Arta Satria Negara melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang (PLM), pesawat mendarat dengan sempurna. Seluruh penumpang mendarat dalam keadaan selamat.( detik.com)


Komentar Anda

Terkini