Marak Penggunaan Bius dan Bom Ikan di Pultab

Rabu, 04 April 2018 / 16.39
Ilustrasi Bom Ikan

TALIABU, SP- Upaya pemerintah pusat untuk meminimalisir angka penggunaan bahan peledak untuk penangkapan ikan oleh nelayan di Indonesia,sepertinya himbauan itu tidak terdengar bagi masyarakat di desa.Pasalnya, beberapa waktu lalu tepatnya di wilayah desa talo,kecamatan taliabu barat  sejumlah orang diketahui melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan bius.
Ketua kelompok nelayan Desa Talo,Muhajir Marbelia (47) mengatakan penangkapan ikan dengan cara membius dan penggunaan bahan peledak sering kali digunakan oleh sejumlah nelayan di desa talo serta desa-desa pesisir ,sehingga sangat mempengaruhi hasil tangkapan nelayan tradisional.”Dulu kita memancing satu malam ,hasilnya mencapai 1 koulbox ,namun karena ada bius dan bom ikan ,hasil tangkapan kami sudah berkurang,” katanya kepada Samata Post, rabu (04/04/2018) siang tadi.
Praktek penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak dinilai sangat mempengaruhi hasil tangkapan  nelayan  dan merugikan seluruh masyarakat terutama daerah ,karena ekosistem dan biota laut secara lansung akan punah.” Ekosistem dan biota laut punah,karena adanya praktek ini,” tuturnya.
Penelusuran Samata Post, ditemukan adanya praktek penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak ,seperti di Desa Sofan, kecamatan taliabu timur selatan. Dimana,praktek seperti itu rupanya sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat setempat ,bahkan aparat keamanan yang mengetahui pun tidak melakukan penangkapan terhadap pelaku  ,namun membiarkan praktek itu  terus dilakukan oleh sejumlah warga.
Terkait hal itu, Muhajir berharap, ada keseriusan untuk menghentikan praktek penangkapan ikan dengan menggunakan BOM ikan di wilayah kabupaten pulau taliabu ,khususnya dinas DKP dan pihak kepolisian.”Selaku masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan ,saya berharap agar praktek seperti itu segera dihentikan,” harapnya.(tam/red)
Komentar Anda

Terkini