Pemutusan Tenaga Kontrak dan Honda, Dispen Pultab Dinilai Intimidasi Putra-Putri Asli Taliabu

Rabu, 04 April 2018 / 21.57

Ilustrasi Tenaga Honda

TALIABU,SP- Pemerintah daerah kabupaten pulau taliabu gencar membuka lapangan pekerjaan bagi putra –putri asli taliabu baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan .namun, nampaknya,kurang direspon oleh Dinas pendidikan .pasalnya,instansi tersebut terkesan lebih antusias mendatangkan putra-putri Indonesia dari daerah lain sehingga mengabaikan masyarakat local ,buktinya sejumlah  tenaga pengajar di SD Negeri Sofan,Kecamatan Taliabu Timur Selatan yang statusnya kontrak dan honor daerah (Honda) dirumahkan tanpa ada penjelasan dari  bidang kepegawaian dinas pendidikan pultab yang dijabat oleh Ismit Muhdin selaku penanggunggjawab pegawai pada instansi itu.

Langkah yang diambil tersebut,tentunya mengundang komentar beragam dari masyarakat ,dimana, dinas pendidikan dinilai sengaja mengintimidasi anak negeri dan lebih doyan terhadap tenaga pengajar  kontrak serta Honda dari beberapa wilayah tetangga pulau taliabu,seperti Bau-bau,Makassar,kendari,dan luwuk.
”Ini bentuk intimidasi yang dilakukan oleh pihak dinas pendidikan khususnya bidang kepegawaian kepada saya dan teman-teman,” kata Risno Kasika  juga merupakan guru SD Negeri Sofan yang diberhentikan sepihak  kepada Samata Post, rabu (04/04/2018) siang tadi .

Risno juga  mengkisahkan ,ketika masih berstasus sebagai tenaga Honda, hak-haknya berupa gaji selama bertugas hanya beberapa bulan yang diterima melalui rekeningnya.Namun, diketahui sebanyak tiga  bulan di tahun 2017 lalu dirinya sudah tidak lagi menerima gaji ,karena pembayaran gaji dilakukan secara manual tetapi haknya tidak diberikan oleh kepala bidang kepegawaian dinas pendidikan pultab, Ismit Muhdin , S.Fil yang ditugaskan untuk melakukan pembayaran.
”Saya sudah memberikan kesempatan kepada pak Ismit untuk ambil gaji saya satu bulan, namun kalau bisa yang dua  bulan diberikan kepada saya dan beliau (ismit) menjawab oke, tetapi pada saat saya mengikuti pemberkasan kembali di awal tahun 2018,berkas saya sengaja dinyatakan di ruangan bidang kepegawaian,bahkan nama saya juga tidak diakomodir sebagai tenaga Honda,serta hak saya pun tidak diberikan,”kisahnya.

Sementara itu,pihak Dispen Pultab melalui  Kepala Bidang Pendidikan, Sehat Umagap yang dikonfirmasi , mengaku terkait pemecatan tenaga guru kontrak dan Honda merupakan  instruksi kepala dinas pendidikan berdasarkan hasil temuan Dispen Pultab khususnya kehadiran tenaga pengajar yang berstatus kontrak maupun Honda di tempat tugas ketika melakukan monitoring secara lansung ke seluruh sekolah di pulau taliabu pada bulan november 2017 lalu .Namun,jika pemecatan dilakukan tanpa ada alasan maka sampai saat ini pihak dirinya belum mengetahui .
”Pemecatan itu , mungkin hasil monitoring kemarin, namun kalau bukan hasil monitoring , kami tidak tahu, sebab ibu kadis dan saya sendiri juga belum menerima informasi dari bagian kepegawaian dinas pendidikan,” akunya.
  
Terkait hal itu, Himpunan Pelajar Mahasiswa Taliabu (HPMT) Cabang Makassar menilai tindakan pemutusan kerja tanpa ada alasan secara sepihak terhadap para pengajar di sekolah dasar khususnya pada SD Negeri sofan sangat disayangkan,karena rata-rata yang menjadi korban pemutusan kontrak kerja adalah putra-putri asli taliabu,sehingga terkesan pihak Dinas Pendidikan kabupaten pulau taliabu lebih tertarik pada tenaga pengajar dari luar daerah.
” Kejadian pemecatan guru kontrak dan honorer  pada sekolah dasar,saya sangat menyayangkan atas  tindakan yang dilakukan oleh kabid  kepegawaian , sebab tindakan tersebut sama  halnya  dengan tidak memperdulikan  SDM lokal di bidang pengajar di taliabu,” kata  Rahmat Hidayat ,salah satu pengurus HPMT Cabang Makassar.(buc/red)



Komentar Anda

Terkini