PERMATA JABOTABEK Gelar Nongkrong Bareng

Minggu, 01 April 2018 / 14.02
Kegiatan PERMATA JABODETABEK

JAKARTA,SP- Persatuan Pelajar Mahasiswa Dan Pemuda Taliabu (PERMATA) Wilayah Jabotabek menggelar diskusi bertajuk “Nongkrong Bareng” sekaligus jamuan makan malam bersama yang melibatkan sejumlah tokoh asal kabupaten Pulau Taliabu di Hotel 88 Grogol, Jakarta Barat, jumaat ( 30/03/2018) pecan kemarin.

Ketua Umum Permata Jabodetabek, Husni La Ila ,mengatakan kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk bersilaturahmi serta memupuk rasa persaudaraan putra putrid asal kabupaten Pulau Taliabu di daerah ibukota Negera tanpa memandang suku,ras,dan agama serta yang terpenting adalah sharing pendapat  maupun gagasan guna kemajuan kabupaten Pulau Taliabu.”Kegiatan ini selain  bersilatuhmi, kita juga melakukan sharing gagasan dengan beberapa tokoh Taliabu yang ada di Jakarta. Sharing gagasan dimaksudkan, agar menghailkan rekomendasi-rekokomendasi ke Pemerintah Daerah Taliabu sebagai kontribusi mahasiswa Taliabu se-Jabotabek untuk pembangunan Taliabu,” katanya kepada Samata Post via telepon selulernya.

Lanjut Husni, sebagai generasi penerus di kabupaten Pulau Taliabu , semua pihak memiliki kewajiban untuk mengawal seluruh kebijakan pemerintah kabupaten dengan cara memberikan kritikan ,masukan,serta solusi yang bermanfaat bagi kemajuan kabupaten pulau taliabu, sebab dengan demikian hal ini menunjukan bahwa ada kontribusi mahasiswa dalam mengisi pembangunan Pulau Taliabu.“Sebagai Generasi Taliabu yang memiliki kewajiban untuk mengawal setiap kebiijakan Pemerintahan, kita tak boleh hanya mengkritik, tapi juga harus memberikan solusi terhadap pemangku kebijakan di Taliabu, sehingga kami mengundang tokoh yang ahli dalam bidangnya untuk memberikan kami saran yang konstruktif,” lanjutnya.

Sementara itu,H. Lamen Sarihi, SH.MH menuturkan sebagai putera Pulau Taliabu yang berada di perantauan merasa bersyukur ketika mendengar bahwa Kabupaten Pulau Taliabu telah dimekarkan,sehingga perlu ada kontribusi pikiran dalam mengisi pembangunan di negeri Hemungsia,Sia Dufu.”Kita bersyukur Taliabu sudah dimekarkan, sebagai putra daerah Taliabu, tugas kita adalah mengawal dan mengisi proses pembangunan sehingga tercapai tujuan dari otonomi daerah,”tuturnya.



Ketua DPRD Kabupaten Bintan,Provinsi Kepulaun Riau selama dua periode ini menjelaskan tujuan dari otonomi daerah adalah meningkatan pelayanan masyarakat yang semakin baik, tercapainya keadilan nasional, pemerataan wilayah dan mendorong memberdayakan masyarakat.Sehingga,jika hal ini tercapai, maka  sudah tentu masyarakat akan menikmati tujuan dari otonomi daerah, tapi jika belum, maka pemerintahan gagal.”Kewajiban kita untuk sama-sama mengevaluasi dan menyampaikan kritik dan memberikan solusi  kepada pemerintahan daerah selaku penyelenggara urusan pemerintahan, sehingga kedepan daerah kita (Pulau Taliabu) bisa maju setara bahkan lebih unggul dari daerah lain,” jelasnya.

H.Lamen menambahkan, Otonomi daerah adalah anugerah buat masyarakat di Pulau Taliabu,sebab secara lansung pemerintah pusat telah memberikan kewenangan penuh untuk wilayah tersebut mengelola hasil alam daerahnya, sehingga berbagai elemen harus proaktif khusus lembaga DPRD agar daerah yang baru itu dapat terhindar dari kebijakan pemerintah pusat yakni penggabungan wilayah ,karena tidak mampu mengolah kabupaten.”Pemerintah pusat sudah memberikan kewenangan penuh kepada daerah untuk mengelola daerahnya sendiri, sehingga pengawasan khususnya DPRD harus maksimal dalam mengawal pemerintahan. Karena jika kita gagal sebagai daerah otonom baik secara teknis dan non teknis menurut Pasal 22 Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2007, maka pemerintah pusat akan menggabungkan daerah tersebut dengan daerah lain yang bersandingan atau daerah terdekatnya,” tambahnya.

Selain itu,salah satu ahli konstruksi,Ir. Burhanuddin Abdul,menerangkan proses pembangunan infrastruktur harus memenuhi standar kontruksi, mulai dari indentifikasi masalah, perencanaan sampai pelaksanaannya, sehingga pembangunan yang direncanakan oleh daerah tidak mubazir dan bermanfaat dalam jangka waktu panjang untuk masyarakat.” Semua proses harus dilakukan secara matang,sehingga semua yang dilakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka waktu yang cukup lama,” terangnya.

Dilain sisi, Direktorat Perhubungan Laut - Kementrian Perhubunan RI ,Capt. Muh. Alamin, SE., MH., M.Mar  menjelaskan ,intervensi pemerintah jika ingin membangun sebuah kawasan baru harus dimulai dari pembangunan pelabuhan, karena pelabuhan merupakan sarana kunci untuk mendistribusi material pembangunan.“Jika pelabuhan sudah tersedia, selanjutnya pemerintah harus membangun jembatan penghubung dari setiap desa sebagai sarana untuk mempercepat mobilisasi material pembangunan”, jelas Muh. Alamin.

Hadir pada kegiatan itu, pendiri Permata,Sarifudin Sahari, Ketua DPRD Kabupaten Bintan yang juga putra asli pulau Taliabu, H. Lamen Sarihi, SH.,MH, , Ahli Konstruksi, Ir. Burhanuddin Abdul, Direktorat Perhubungan Laut, Kementrian Perhubungan RI, Capt. Muh. Alamin, SE., MH., M.Mar , serta puluhan pengurus dan anggota Permata Jabodetabek. (tam/red)

Komentar Anda

Terkini